Apa Itu Web Hosting? Pengertian Web Hosting dan Jenis-jenisnya

Posted on

Pasti saat ini Anda sedang bertanya-tanya, apa itu web hosting? Web hosting adalah layanan online untuk mengonlinekan website atau aplikasi web di internet. Ketika Anda membeli dan mendaftar di suatu layanan hosting, pada dasarnya Anda sedang meminjam space di server, tempat menyimpan semua file dan data yang dibutuhkan oleh website agar dapat bekeja sepenuhnya.

Server merupakan komputer fisik yang dijalankan tanpa adanya interupsi sehingga website Anda bisa diakses kapan saja oleh siapa pun. Web host bertugas untuk menjaga server agar tetap aktif dan berjalan, mengamankannya dari serangan cyber berbahaya, dan memindahkan konten (teks, gambar, file) dari server ke browser pengunjung situs Anda.

Apa itu Web Hosting dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Jika ingin membuat website, maka langkah paling pertama yang harus dilakukan adalah mencari perusahaan hosting yang menyediakan space server. Web host menyimpan semua file, aset, dan database pada server. Ketika seseorang mengetikkan nama domain ke kolom address browser, host akan mentransfer semua file yang dibutuhkan untuk menyelesaikan request.

Pada dasarnya, cara kerja web hosting hampir sama ketika Anda hendak menyewa rumah. Anda harus membayar biaya sewa setiap bulan agar server bisa berfungsi penuh.

Untuk meminimalkan risiko, setiap paket hosting di Hostinger menawarkan jaminan uang kembali dalam 30 hari sejak masa pembelian sehingga Anda bisa mencoba terlebih dulu layanannya, apakah sesuai kebutuhan atau tidak. Bahkan Anda juga bisa melirik paket single kami yang didesain secara khusus untuk web atau blog sederhana. Apabila nantinya website semakin berkembang dan traffic semakin ramai, maka Anda bisa melakukan upgrade ke paket hosting yang kapasitasnya lebih besar.

Jika ingin menggunakan layanan kami, Anda tidak perlu menguasai bahasa teknis pemrograman untuk mengelola situs. Akun hosting Hostinger telah dilengkapi antarmuka pengguna grafis sehingga Anda dapat mengelola setiap aspek yang ada di website Anda. Sebagai contoh, Anda bisa upload HTML dan file lainnya ke server, install sistem manajemen konten seperti WordPress, mengakses database, dan membackup situs Anda.

Walaupun platform hosting cPanel banyak digunakan web host, bagi sebagian user yang minim pengetahuan teknis, penggunaan tool canggih ini sedikit memusingkan. Karena itulah, tim kami membuat control panel sendiri bagi para pengguna Hostinger. Control panel Hostinger memiliki user interface yang menarik dan intuitif serta mudah digunakan, bahkan bagi para pemula di dunia hosting. Hingga saat ini, control panel Hostinger sudah membantu klien kami dalam mengelola dan mengembangkan semua aspek di akun hosting tanpa hambatan.

Selain menyediakan server space untuk website, penyedia web hosting juga menawarkan layanan lain terkait manajemen website, seperti:

  • Sertifikat SSL (untuk mengamankan situs dengan menggunakan protokol https://)
  • Hosting email
  • Page builder
  • Tool developer
  • Layanan bantuan pelanggan (bisa melalui live chat)
  • Backup website yang otomatis
  • One-click software install (misalnya, untuk WordPress atau Drupal)

Jenis-jenis Web Hosting

Masing-masing penyedia jasa web host menawarkan jenis hosting yang berbeda agar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan klien. Berikut contoh hosting yang sering digunakan:

  • Shared Hosting
  • VPS (Virtual Private Server) Hosting
  • Cloud Hosting
  • WordPress Hosting
  • Dedicated Server Hosting

Semakin berkembang website Anda, maka semakin besar pula space yang dibutuhkan. Mulailah mengonlinekan website Anda di paket dasar Shared hosting. Jika website Anda sudah mulai ramai dikunjungi, silakan upgrade ke hosting yang lebih tinggi.

Biasanya penyedia web hosting menawarkan lebih dari satu paket hosting untuk setiap jenis hosting. Misalnya di Hostinger, layanan shared hosting kami menawarkan tiga paket hosting.

Shared Hosting

Shared hosting merupakan tipe web hosting yang paling banyak digunaka. Paket ini menjadi pilihan yang pas untuk blog dan website sederhana. Ketika Anda bertanya tentang apa itu web hosting, biasanya user akan merujuk pada shared hosting. Dengan shared hosting, Anda berbagi server dengan klien lainnya di provider hosting yang sama. Website yang dionlinekan di server yang sama berbagi semua resource, seperti memori, computing power, disk space, dan lain-lain.

Kelebihan:

  • Murah
  • Mudah digunakan oleh pemula (bahkan tak harus menguasai bahasa pemrograman)
  • Pre-configured server
  • Control panel yang mudah digunakan
  • Maintenance dan administrasi server dilakukan oleh penyedia hosting

Kekurangan:

  • Sedikit atau sama sekali tidak dapat mengontrol konfigurasi server
  • Apabila traffic tinggi di website pengguna lain, maka hal tersebut akan memengaruhi kinerja situs Anda

VPS Hosting

Dengan menggunakan VPS (Virtual Private Server) hosting, Anda masih berbagi server dengan pengguna lainnya. Akan tetapi, penyedia web hosting telah mengalokasikan beberapa bagian untuk Anda sendiri di server. Hal ini berarti Anda mendapatkan space server yang dedicated dan memperoleh sejumlah power computing dan memory. Selain itu, VPS hosting merupakan pilihan yang tepat bagi pengguna website bisnis yang trafficnya tinggi.

Kelebihan:

  • Space server yang dedicated (tanpa harus membeli server dedicated)
  • Peningkatan traffic di website lain tidak berdampak bagi performa situs Anda
  • Akses root ke server
  • Scalability yang mudah
  • Dapat dikelola sendiri

Kekurangan:

  • Sangat mahal jika dibandingkan dengan shared hosting
  • Harus menguasai informasi dan pengetahuan teknis terkai manajemen server

Cloud Hosting

Saat ini, cloud hosting merupakan paket yang paling banyak disukai di pasaran karena literally tanpa downtime. Dengan cloud hosting, Anda dapat menggunakan sekelompok server. File dan resource direplikasi di setiap server. Ketika salah satu server cloud sibuk atau bermasalah, maka traffic situs Anda akan secara otomatis di-route ke server lainnya dalam cluster.

Kelebihan:

  • Sedikit bahkan tidak ada downtime
  • Jika server error, sama sekali tidak akan memengaruhi situs Anda
  • Alokasi resource sesuai permintaan
  • Bayar sesuai dengan yang Anda gunakan
  • Lebih scalable daripada VPS

Kekurangan:

  • Biaya sulit diperkirakan
  • Akses root tidak selalu tersedia

    WordPress Hosting

    WordPress hosting merupakan bentuk lain dari shared hosting dan dibuat untuk pengguna website WordPress. Server dikonfigurasi secara khusus untuk WordPress dan situs Anda dilengkapi dengan pre-installed plugin terhadap hal-hal penting, seperti caching dan keamanan. Karena konfigurasi sudah sangat optimal, maka situs Anda akan loading lebih cepat dan terhindar dari masalah. Acap kali paket WordPress hosting menyertakan fitur tambahan terkait WordPress, tema WordPress yang pre-designed, drag-and-drop page builder, dan tool developer yang spesifik.

    Kelebihan:

    • Murah (umumnya memiliki kesamaan harga dengan shared hosting)
    • Mudah digunakan oleh pemula
    • One-click WordPress installation
    • Performa yang baik untuk situs WordPress
    • Customer support menguasai hal-hal yang berhubungan dengan WordPress.
    • Terdapat plugin dan tema WordPress yang pre-installed.

    Kekurangan:

    • Hanya bisa digunakan oleh website yang dibuat di WordPress (masalah bisa muncul jika Anda ingin mengonlinekan banyak website di server, tetapi beberapa website Anda tidak dibuat menggunakan WordPress).

      Dedicated Hosting

  • Dengan adanya dedicated hosting, Anda bisa memiliki server fisik sendiri yang secara khusus didedikasikan hanya untuk situs Anda. Karena itulah, penggunaan dedicated hosting sangatlah fleksibel. Anda dapat mengonfigurasikan sistem operasi dan software yang ingin digunakan, serta setup keseluruhan aspek hosting sesuai dengan kebutuhan Anda.

    Menyewa dedicated server sama bagusnya dengan memiliki server sendiri, tetapi di dedicated server, Anda dibantu oleh customer support yang andal.

    Kelebihan:

    • Kontrol penuh terhadap konfigurasi server
    • Keandalan yang tinggi (Anda tiak perlu berbagi resource server dengan pengguna lain)
    • Akses root ke server
    • Keamanan terjamin

    Kekurangan:

    • Mahal
    • Harus menguasai pengetahui teknis terkait manajemen server

    Perbedaan Web Hosting dan Nama Domain

    Selain layanan website hosting, Anda juga harus membeli domain. Namun, apa perbedaan web hosting dan nama domain? Website hosting adalah space server untuk situs Anda, sedangkan domain merupakan alamat situs Anda – misalnya, nama domain kami adalah hostinger.co.id. Jika user ingin mengakses situs Anda, maka mereka akan mengetikkan nama domain ke kolom address browser. Server, kemudian, akan memindahkan konten yang diminta.

    Di sebagian besar web host, Anda harus membeli nama domain secara terpisah. Di sisi lain, jika sebelumnya Anda sudah memiliki nama domain, Anda dapat mentransfernya ke penyedia hosting saat ini. Sama halnya dengan paket hosting, Anda wajib membayar nama domain setiap tahun untuk mengamankan kepemilikan domain.

    Jadi, Apa Itu Web Hosting?

    Kini Anda sudah tahu pengertian web hosting dan segalanya tentang layanan ini, terlebih jika ingin membuat website baru. Umumnya, website hosting adalah layanan yang Anda butuhkan apabila hendak mengonlinekan situs. Dengan mengenalkan website di internet, Anda mampu menjangkau jutaan pengguna di seluruh dunia.

    Web hosting yang baik akan menampilkan konten situs di internet, memberikan pengalaman browsing tak terlupakan bagi pengunjung website Anda, dan menarik sebanyak mungkin  user untuk mengakses website Anda.

Sumber : hostinger.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *